Lanjut ke konten

Resiko Perkawinan Usia Muda

3 Agustus 2011

KM. RasanaE Timur – Melihat perkembangan jaman seperti sekarang ini, tidak jarang kita jumpai kasus-kasus remaja hamil diluar nikah akibat pergaulan bebas dalam kondisi umur yang tergolong masih muda. Seperti yang ditemui baik di televisi, koran maupun di lingkungan sekitar kita dan bagi mereka yang mengalaminya sudah bukan merupakan hal yang tabu (aib) lagi jika diketahui oleh masyarakat umum. Untuk menutupi dari kesan aib mau tidak mau harus di nikahkan oleh kedua orang tuanya.

Bukan tidak diperbolehkan menikah di usia muda tapi setidaknya ada persiapan terlebih dahulu yang akan dijadikan pegangan kelak jika sudah berumah tangga. Seperti yang disabdakan Rasulullah : ”Wahai para pemuda, barang siapa diantara kamu  telah mampu (Ba’ah) memikul beban keluarga, hendaklah ia kawin, itu akan lebih menundukkan pandangan dan lebih mampu menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu, hendaklah berpuasa. Sesungguhnya berpuasa itu akan menjadi benteng yang menjaganya dari perbutana zina.” (HR. Bukhari Muslim)

Secara kualitatif Islam tidak membatasi usia kawin, tetapi secara kwantitatif pada usia 20-25 tahun seseorang sudah dianggap mantap dari segi mental dan segi sosial kemasyarakatan. Ada beberapa resiko yang akan dijumpai pada pasangan yang melakukan pernikahan di usia muda atau bagi mereka yang belum cukup umur untuk menempuh hidup berumah tangga, diantaranya sebagai berikut :

  • Dari Segi Kesehatan, Pasangan usia muda dapat berpengaruh pada tingginya angka kematian ibu yang melahirkan, kematian bayi serta berpengaruh pada rendahnya derajat kesehatan ibu dan anak. Menurut ilmu kesehatan usia yang kecil resikonya dalam melahirkan adalah antara 20-35 tahun.
  • Dari Segi Fisik, Pasangan usia muda belum mampu dibebani suatu pekerjaan yang memerlukan keterampilan fisik untuk mendatangkan penghasilan yang mencukupi kebutuhan keluarga.
  • Dari Segi Mental, Pasangan usia muda belum siap bertanggung jawab secar moral terhadap apa saja yang merupakan tanggung jawabnya.
  • Dari Segi Pendidikan, Pendewasaan usia kawin ada kaitannya dengan usia memperoleh tingkat pendidikan yang lebih tinggi dari persiapan yang lebih sempurna dalam mengarungi bahtera hidup.
  • Dari Segi Kependudukan, Perkawinan usia muda di tinjau dari segi kependudukan mempunyai tingkat fertilitas (kesuburan) yang tinggi, sehingga kurang mendukung pembangunan di bidang kesejahteraan.
  • Dari Segi Kelangsungan Rumah Tangga, Perkawinan usia muda adalah perkawinan yang masih rawan dan belum stabil, tingkat kemandiriannya masih rendah serta menyebabkan terjadinya banyak perceraian.
About these ads

From → Kesehatan

Satu komentar
  1. Thanks for sharing. Pengen ih kawin muda. *oot*

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.